Dari cinta yang terlarang
Cinta dan rasa bersatu di doa Berharap cinta kita yang terlarang Berharap cinta kita yang kan menang Itulah sepenggalan bait lagu dari nidji yang mampu membuat hatiku tenang ,dan lagu itu pula yang pantas untuk mengisahkan kisah kehidupanku sekarang. Aku adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara.aku hanyalah seorang anak kecil yang baru saja melangkah menuju dewasa. Sekarang akududuk di kelas IX SMP . Aku hidup selayaknya orang pada umumnya yang punya cinta kasih dan sayang,namun aku salah menafsirkan tentang itu. Aku tinggal bersama keluarga yang sangat baik juga sayang padaku , tak terkecuali Tio . Tio adalah salah satu sepupuku yang paling baik . Selain itu ,Tio juga anak yang pandai , soleh , mandiri , juga berbakti kepada kedua orang tuanya. , hal itu terbukti karena Tio rajin beribadah dan dari situlah aku mempunyai rasa kepada Tio . Yaitu rasa yang salah dari seorang keponakan kepada seorang sepupu .Aku sadar hal itu salah , namun apalah dayaku ini . Hari demi hari kulewati seperti biasanya bersama keluargaku tak terkecuali Tio , yang kebetulan rumah kita berdekatan . Selama aku bersekolah , Tio banyak memberiku nasehat-nasehat yang memnbuatku lebih semangat untuk belajar . Pernah Tio berkata “ Ayu , kamu belajar yang rajin ya biar pintar “ “ Ya “ Jawabku . Dan hal itulah yang membuat aku terkesan dan terobsesi untuk rajin belajar . Semua orangpun mungkin akan seperti itu , jika orang yang memberi nasehat adalah orang yang mereka sayangi pasti akan merka jadikan perkataan itu sebagai motifasi . Hari demi haripun telah ku lewati . Seperti orang-orang pada umumnya ,setelah lulus SMA ,dan kebetulan Tio tidak melanjutkan ke bangku kuliah Tio tidak mau berlama-lama merepotkan kedua orang tuanya , dan akirnya Tiopun merantau ke Jakarta dan akulah orang pertama yang merasa kehilangan dan sesungguhnya aku tak rela akan hal itu . Dan walaupun nantinya Tio akan pulang kembali . Walaupun Tio tak pernah tau bahwa aku mencintainya , karma memang sejak awal aku tak pernah menceritakan hal ini kepada Tio . Bulanpun berganti bulan , kini hamper setiap hari aku smsan dengan Tio . Selama aku smsan dengan Tio aku senang sekali dan aku banyak memberikan perhatian lebih kepadanya kadang-kadang aku bertanya “ Mas Tio ,sudah sholat belum ? kalau belum sholat sana ! “ “ Mas Tio ,sudah makan belum ? kalau belum makan sana ! “ Terkadang Tio juga membelikan aku pulsa ,dan tak lupa aku mengucapkan terimakasih . Sampai saat yang kunanti-nati akhirnya pulang . Dan Tio ternyata belum memberikan kabar dahulu kepada keluarganya karena memang tio ingin memberikan kejutan kepada keluarganya . Dan orang yang paling senang atas kepulangan Tio adalah aku . Namun hal itu tak berlangsung lama , ternyata keesokan harinya Tio membawa teman perempuanya ke rumahnya untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya dan ternyata perempuan itu dalah pacarnya . Betapa hancurnya hatiku ini , hancur berkeping-keping . Aku ingin marah kepadanya namun apalah dayaku ini . Sampai akhirnya aku ikhlas menerimanya walaupun butuh waktu lama untuk melupakan itu . Dalam setiap sujudku aku selalu memohon kepada-NYA “ Ya ALLAH , tegarkanlah hati hambamu ini , dan izinkanlah hambamu ini untuk bisa melupakannya “ Dan akhirnya aku telah dapat melupakannya walaupun butuh waktu yang lama dan kini aku telah bisa membuka lembaran-lembaran baru untuk meraih hari esok yang lebih baik. “Ku mencintaimu selalu menyayangimu sampai akhir menutup mata”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar